Mengenal Wahabi




Pada abad ke-18 masehi  muncul seorang ulama yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab,ia lahir di sebuah desa yang bernama Uyainah (Najd), lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh,pengikutnya menganggap dia sebagai mujaddid (Pembaharu).ini yang saya lihat dalam sebuah e-book karangan wahabi yang berjudul “pengakuan mantan pemuja kubur”.namun menurut kakaknya, ia sangat tidak pantas menjadi mujtahid apalagi sampai diangap sebagai mujaddid karena keilmuannya yang sangat tidak memadai,karena itulah Muhammad bin Abdul Wahab sering mengeluarkan fatwa-fatwa yang ganjil. syaikh sulaiman bin Abdul Wahab,kakak kandungnya sendiri menuliskan dalam kitabnya Ash-shawaikul Ilahiyah firraddi Alal Wahabiyah,hal.5.


“Hari ini manusia mendapat ujian dengan tampilnya seseorang yang menisbahkan diri kepada Al-quran dan sunnah dan menggali hukum dari Al-quran dan sunnah.ia tidak peduli dengan orang-orang yang berbeda dengannya.apabila ia diminta untuk membandingkan pendapatnya dengan para ulama,ia tidak mau.bahkan ia mewajibkan manusia mengikuti pendapat dan konsepnya.orang yang menyelisihinya dianggap kafir.padahal taksatupun dari syarat-syarat ijtihad ia penuhi.bahkan demi Allah,1% pun ia tidak memilikinya.meski demikian pandangannya laku di kalangan orang-orang awam.Inna lillah wa inna lillahi raji’un.”


Muhammad bin Abdul Wahab muda belajar kepada bebearapa guru diantaranya Syaikh Muhammad Sulaiman Al-Kurdi,ayahnya sendiri syaikh  Abdul Wahab dan kakaknya Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahab.semua gurunya merupakan ualma Ahlussunnah.


Setelah mencapai usia dewasa Muhammad bin Abdul Wahab pergi ke mekkah untuk mengerjakan ibadah haji,seteleahitu ia kembali lagi ke Uyainah.kemudian ia kembali lagi ke Mekkah dan Madinah untuk kali ke dua,lama ia tinggal di Mekkah dan Madinah.pada kali ke dua inilah ia banyak melihat amalan-amalan kaum muslimin di hadapan makam nabi yang berlainan dengan syariat islam menurutnya.kemudian ia pergi ke Basrah dan mulai menyiarkan fatwa-fatwanya yang ganjil-ganjil.

Diantara fatwa-fatwanya yang ganjil adalah :

1. Mengkafirkan kaum muslimin yang mengamalkan tawassul


Padaha Al Hafiz Ibnu Hajar dalam  Fath al-Bari juz 2, hal. 575 menyebutkan sebuah hadist shahih  tentang seorang sahabat yang bertawasul dengan cara beristighatsah dimakam Nabi  setelah beliau wafat.teranglah bahwa amalan tawassul sudah dilakukan dari dulu oleh para sahabat.lalu apakah mereka akan mengatakan para sahabat dalah orang kafir.


2. Mengkafirkan kaum muslimin yang merayakan maulid


 3. Mengkafirkan kaum muslimin yang mengamalkan ziarah kubur


4.Membatalkan mazahab yang empat


5. Ilmu fiqih adalah kesyirikan Dan para ulama yang mengarang kitab-kitab fiqih itu adalah syetan-syetan yang berbentuk manusia yang menjadi musuh para nabi.


6. Mengkafirkan kaum sufi

Semua ini bisa dilihat dalam kitab Wahhabi paling mu’tabar Fath al-Majid, karangan cucu 
 pendiri wahabi.


Nama Wahabi

 Penisbatan nama wahabi kepada dakwah Muhammad bin Abdul Wahab memang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab,karena gerakan dakwah tersebut dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab bukan bapaknya Abdul Wahab.seharusnya nama yang tepat adalah Muhammadiah. memang sangat-sangat tidak pantas bila dinisbahkan kepada ayahnya karena Abdul Wahab sendiri merupakan seorang ulama Ahlussunnah di daerah Uyainah,begitu juga dengan kakaknya Sulaiman bin Abdul Wahab.


Menurut Wikipedia pada kurun ke-2 hijriah ada sebuah golongan Khawarij di Afrika utara yang di pimpin oleh Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang kemudian oleh para ulama masa itu menyebutnya dengan Wahabi/Wahabiah,sedangkan yang pertama kali menamai dakwah Muhammad bin Abdul Wahab dengan nama wahabi adalah Kekhalifahan Ottoman.


Tetapi penyebutan Wahabi kepada Muhammad bin Abdul Wahab tidak disangkal atau dianggap buruk oleh ulama-ulama wahabi buktinya salah satu dari mereka mengarang sebuah kitab dengan nama “Al-hijatussaniyagh wat tuhfatul Wahabiyah An-Nijdiah”,kakaknya juga mengarang sebuah kitab untuk menolak paham wahabi yang berjudul ”Ash-shawaikul Ilahiyah firraddi Alal Wahabiyah”.jelaslah bahwa nama wahabi sudah ada semenjak awal-awal dakwah Muhammad bin Abdul Wahab di mulai.


Isyarat Rasulullah Tentang Wahabi

Termasuk mukjizat Rasulullah adalah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan,dalam hal ini rasul telah mengisyaratkan akan munculnya wahawabi dari Najd dalam beberapa hadis shahih :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوْا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوْا 
وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Dari Ibnu Umar, dia berkata, Nabi saw. berdoa: "Ya Allah, berkahilah Negeri Syam (Irak) kami dan Negeri Yaman kami." Ibnu Umar berkata, sebagian sahabat berkata, "Juga untuk Negeri Nejed kami!" Nabi saw. kembali berdoa: "Ya Allah, berkahilah Negeri Syam (Irak) kami dan Negeri Yaman kami." Sebagian sahabat berkata lagi, "Juga untuk Negeri Nejed kami!" Ibnu Umar berkata, Nabi saw. lalu bersabda: "Disanalah (Nejed) akan terjadi bencana dan fitnah serta disanalah akan muncul tanduk setan." (HR. Bukhari)

عن ابن عمر قال خرج رسول الله صلي الله عليه وسلم من بيت عاءشة فقال رئس الكفر من ها هنا من حيث يطلع قرن الشيطان يعني المشرق

“Dari Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah SAW keluar dari rumah Aisyah lalu bersabda, “Puncak kekafiran berasal dari sana, yang mana di sana muncul tanduk setan” yakni dari timur Madinah. (HR. Bukhari, Muslim, Malik, Ahmad dan lainnya)


Dari hadist di atas dapat di ambil beberapa poin :


1.Rasulullah tidak mau mendoakan negeri Najd karena disana akan ada bencana, fitnah dan  tanduk setan


2. Puncak kekafiran berasal dari sana


Kata fitnah dalam hadist menggunakan bentuk jamak,yaitu fitan yang berarti akan banyak fitnah yang muncul di sana.dalam sejarah tercatat Musailamah ibnu Habib al-Kadzdzab, Sajah binti al-Harits ibnu Suwaid at-Tamimah, Thalhah ibnu Khuwailid al-Asadi, mereka semua adalah para pembuat fitnah yang berasal dari Najd.dalam hadis yang kedua rasul menyebutkan “Puncak kekafiran berasal dari sana” yakni timur kota Madinah yaitu Najd,saudi arabia.besar kemungkinan yang dimaksud rasul dengan puncak kekafiran adalah Salafi-Wahabi,karena merekalah yang merusak akidah ummat dengan tajsim( menganggap Allah Swt. memiliki badan dan anggota tubuh) dan tasybih (menyerupakan Allah Swt. dengan makhluk),dan merekalah yang memecah belah ummat dengan takfi(mengkafirkan)dan tabdi’(membi’ahkan) serta menganggap diri paling benar.


Pengikut Pemuka Agama Tersesat

Masih bersumber dari wikipedia bahwa Ibnu Abdul Wahhab suka membaca karya-karya Ibnu Taymiyyah dan terpengaruh oleh pemahaman-pemahamannya.perlu di ketahiu bahwa Ibnu Taymiyyah yang mereka anggap sebagi syaikhul islam mereka termasuk pemuka agama yang tersesat dan tergolongan dalam kaum mushabbihah/mujassimah,yaitu orang yang menganggap allah swt berbentuk,mempunyai anggota badan dan menyerupai mahluk.ini sangat bertentangan dengan akidah ahlussunnah sejak masa rasulullah dan salafus shalihin,firman Allah dalam Al-quran :


“tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.”( As-syura ayat 11)


Mereka Golongan Khawarij Akhir Zaman

Selain termasuk golongan mushabbihah/mujassimah wahabi juga termasuk golongan Khawarij,sebagi buktinya adalah ada kesamaan antara wahabi dengan khawarij yaitu Takfir Mukhtalif,mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan mereka.ini diutarakan sendiri oleh Ibn Abdul Wahab dalam sebuah kitab yang di tulis oleh muridnya syaikh Ibnu Ghannam :


“Aku pada waktu itu tidak mengerti makna LA ILAHA ILLALLAH dan tidak mengerti agama islam,sebelum kebikan yang di anugerajkan Allah.demikian pula guru-guruku tidak seorangpun diantara mereka yang mengerti hal tersebut.barangsiapa yang berasumsi ulama Aridh(riyadh) bahwa ia mengetahui makna LA ILAHA ILLALLAH atau mengetahui makna islam sebelum ini,atau berasumsi bahwa diantara gurunnya ada yang mengeatahui hal tersebut,berarti ia telah berdust,mereka-reka(kebohongan), menipu manusia dan memuji dirinya sendiri dengan sesuatu yang tidak dimilikinya.(Ibnu Ghannam,Tarikh Najd hal 310)”


Dalam pernyataan di atas jelaslah bahwa Ibnu Abdul Wahab mengatakan bahwa ia,guru-gurunya dan ulama- ulama pada waktu tidak ada yang mengetahui makna LA ILAHA ILLALLAH dan agama Islam.secara tidak langsung Ibnu Abdul Wahab telah mengkafirkan dirinya sendiri,guru-gurunya bahkan ulama-ulama pada waktu itu,sebelum ia mememulai dakwah wahabi.


Dalam kitab Al-durar Al-saniyyah fi al-ajwibat al-najdiyyah, sebuah kitab yang berisi kumpulan fatwa ulama wahabi sejak masa pendiriannya,ada pernyataan syaikh Ibnu Abdul Wahab bahwa ilmu fiqih dan kitab-kitab fiqih mazhab empat yang diajarkan oleh para ulama adalah ilmu syirik,sedangkan para ulama yang menyusunnya adalah syetan-syetan manusia dan jin (Al-durar Al-saniyyah fi al-ajwibat al-najdiyyah,juz 3 hal.56).ini berarti syaikh muhammad bin Abdul Wahab mengkafirkan kaum muslimin yang mengikuti mazhab yang empat.

  
Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Aku memohon kepada Allah agar umatku tidak kafir secara massal, lalu Allah mengabulkannya”. (Fathul Bari, Juz 10 hal. 122).sebenarnya mereka ingin semua kaum muslimin mengikuti mereka,karena itu mereka mengkafirkan orang yang mengikuti mazhab empat.

Dari sekian bukti yang di paparkan di atas jelaslah bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab mengkafirkan kaum muslimin yang tidak ikut dalam golongan mereka (Takfir Mukhtalif),inilah kesamaan mereka dengan kaum khawarij.jadi tidak ada salahnya jika kita katakan wahabi adalah golongan Khawarij akhir zaman.


Mereka Anti Takwil

Salah satu Ideologi Wahabi adalah meyakini Allah bertempat di atas ‘Arasy,jelas ini sangat bertentangan dengan i’tikad Ahlussunnah.mereka meyakini demikian karena memahami Al-quran secara zhahiriyah saja,sama sekali tidak mau mentakwilkan apabila terjai pertentangan dengan sifat-sifat allah atau ayat al-quran yang lainnya. jadi bisa dikatakan mereka termasuk kaum Zhahiriyah.berebeda dengan Ahlussunnah yang meyakini allah bersifat dengan Qiamuhu Bi Nafsih,Allah tidak perlu kepada apapun termasuk tempat.ini berdasarkan ayat :


Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.( Al-Ankabut ,6)


Perlu diketahui yang di maksud dengan “Alam” dalam ilmu teologi adalah segala sesuatu selain Allah Swt.


Padahal menurut Syaikh Ibrahim Al-Bajuri dalam “Tuhfatul Murid” yang mengomentari kitab “Jauharah At-Tauhid”,sebuah kitab Akidah Ahlussunnah yang berbentuk syair,pada syair 


و كل نص اوهم التشبيها ~ أوله او فوض ورم تنزيها


Beliau menjelaskan takwil teks musyabbihat telah di lakukan sejak masa ulama salaf ,namun bedannya ulama khalaf menentukan makna teks tersebut(takwil tafsili).sedangkan ulama salaf hanya melakukan takwil Ijmali  (tidak menentukan maknanya) dan menyerahkannya kepada Allah(tafwidh).beliau memberikan beberapa contoh, salah satunya surat An-nahal ayat 50 :

يخافون ربهم من فوقهم ويفعلون ما يؤمرون


mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

Ulama salaf mengatakan tidak mengetahui makna من فوق dan menyerahkan maknanya kepada allah (tafwidh).yang pasti mereka tidak mengatakan Allah di atas seperti kaum mujassimah atau musyabbihah.

Beliau juga menjelaskan bahwa ulama salaf adalah ulama yang hidup sebelum tahun 500 H,sedangkan ulama khalaf adalah ulama yang hidup sesudahnya.dengan demikian imam mazhab yang empat termasuk ulama salaf karena mereka semua hidup sebelum tahun 500 H. Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah,beliau mentakwil ayat 22 surat Al-fajr:


ﻭﺭﻭﻱ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻋﻦ ﺍﺑﻲ ﻋﻤﺮﻭ ﺁﺑﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﻙ ﻋﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺁﻥ ﺁﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺗﺂﻭﻝ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻲ : ﻭﺟﺎﺀ ﺭﺑﻚ (ﺍﻟﻔﺠﺮ٢٢)، ﺁﻧﻪ ﺟﺎﺀ ﺛﻮﺍﺑﻪ-ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ:ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺴﻨﺪ ﻻ ﻏﺒﺎﺭ ﻋﻠﻴﻪ


Al-baihaqi meriwayatkan dari al-Hakim dari Abi Amr Ibnu as-sammak dari Hanbal bahwasanya imam Ahmad bin Hanbal mentakwil firman Allah Swt : “ Dan telah datang Tuhanmu “ dengan “ Telah datang pahala Tuhanmu “. Kemudian al-baihaqi mengatakan “ Isnad ini tidak ada debu sama sekali atasnya (sangat jelas) “ [al-Bidayah wa an-Nihayah juz 10 halaman 35 ]]


Terbuktilah bahwa ulama salaf memang melakukan takwil teks musyabbihat,dan terbukti bahwa merekalah kaum wahabi tukang bohong yang tidak dapat dipercaya.mereka mengaku mereka pengikut ulama salaf, sampai menamai diri mereka sendiri dengan salafi tapi kenyataannya mereka bukan salafi.

Sikap mereka yang tidak mau melakukan takwil mungkin akan membuat mereka bungung sendiri.karena mereka akan menemukan ayat-ayat al-quran yang bertentangan satu sama lain.seperti ayat berikut ini :


Dan Dia(allah) bersama kamu di mama saja kamu berada. (Al-hadid:4)


Ayat ini menjelaskan allah bersama kita dimanapun kita berada,mereka yang anti takwil apakah akan mengatakan allah ada di bumi karena kita ada di bumi ?

Dan Ibrahim berkata:

"Sesungguhnya aku pergi menuju Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku (As-shaffat:99)


Dalam ayat ini,nabi Ibrahim berkata akan pergi menuju tuhannya,padahal nabi Ibrahim pergi ke Palestina.dengan demikian apakah mereka akan mengatakan Allah berada di plestina ?

Sunngguh aneh wahabi salafi.


Konsep Tauhid Yang Aneh

Dalam kitab Kashfu Shubhat Muhammad bin Abdul Wahab membagi tauhid kepada Rububiyah dan Uluhiyah.pembagian tauhid seperti ini merupakan konsep baru dalam islam.karena pembagian ini,orang-orang murtad,kafir dan musyrik yang mengakui Allah sebagai pencipta sama dengan orang-orang mukmin dalam tauhid Rububiyah.karena Seorang muslim yang melakukan ziarah kubur, tawwassul, tabarruk, istighasah menurut mereka adalah orang yang mengekaui adanya tuhan tapi menyembah selain tuhan,inilah yang dinamakan tauhid Rububiyah. 


Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan bahwa: “Pengakuan mereka dengan tauhid Rububiyah saja tidak tergolong mereka dalam Islam. Dan bahwa kasad mereka akan Malaikat, Nabi dan aulia Allah yang mereka inginkan syafaat dan dekat kepada Allah dengan demikian telah mengakibatkan halal darah dan harta mereka.” (Kasfu Subhat, hal. 13).


Hasilnya mereka menganggap kafir muslim yang melakukan ziarah kubur, tawwassul, tabarruk, istighasah dan lain-lain yang menurut mereka menyembah selain allah dan halal darah dan hartanya.


Ini sangat aneh, karena mereka menganggap orang kafir yang mempersekutukan allah sebagi orang yang bertauhid.apakah ada sahabat-sahabat nabi yang menamai orang musyrik dengan ummat tauhid ?.Inilah Bid’ah Dhalalah yang sebenarnya,mereka menuduh orang lain melakukan bi’ah padahal mereka sendiri yang melakukannya.

Adapun tauhid Uluhiyah adalah tauhid yang mereka akui sebagai tauhid orang islam yang sebenarnya menurut mereka.yaitu hanya menyembah allah,tidak melakukan perbuatan yang menurut mereka syirik seperti tawassul,tabarruk dll.


Meraka Bukan Ahlussunnah

Dari berbagai sumber yang saya baca, termasuk Wikipedia,mereka menganggap merekalah Ahlussunnah.memang akhir-akhir ini mereka tengah berupaya membuat pencitraan bahwa merekalah ASWAJA.

Perlu di ketahui I’tiqad Ahlussunnah Wal Jama’ah sudah ada semenjak zaman Rasul dan para sahabat.semua i’tiqad yang di yakini rasul dan para sahabat tersebut masih terpencar-pencar dalam berbagai hadis dan ayat-ayat,hingga datanglah Imam Abu Hasan Ali Al-Ash’ari (lahir 260 H) mengumpulkan dan merumuskannya dengan taratur dan rapi,kemudian dinamakan mazhab Asy’ari tersebut dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah atau sering di singkat dengan SUNNI atau ASWAJA.


Rasulullah pernah menyebut Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam sebuah hadis:


والذي نفس محمد بيده لتفترق امتي علي ثلاث وسبعين فرقة فواحده في الجنة وثنتان وسبعون في النار قيل من هم يا رسول الله قال أهل السنة والجماعة.(روه الطبراني)

Demi tuhan yang menguasai jiwa Muhammad akan tebagi ummatku kepada 73 golongan,yang satu masuk surga dan yang lainnya masuk neraka.sahabat bertanya :siapakah yang masuk surga ya Rasulallah ?.Nabi menjawab Ahlussunnah Wal Jama’ah.(Hadis Riwayat Thabrani)


Kalau dilihat dari tahun kelahiran Imam Asy’ari maka Muhammad bin Abdul Wahab lahir 791 tahun setelah wafat Imam Asy’ari.ini berarti mazhab Ahllussunnah yang didirikan Imam Asy’ari sudah ada jauh sebelum Muhammad bin Abdul Wahab lahir.

Sangat jelas sekali bahwa gerakan wahabi bukanlah Ahlussunnah,karena memang keyakinan wahabi sangat berbeda dengan keyakinan Ahlussunnah seperti yang telah anda baca di atas.


Ditambah lagi dengan keterangan seorang ulama pengarang kitab Ittihaf al-Sadat al-Muttaqin, Imam Muhammad bin Muhammad al Husni az Zabidi dalam kitab tersebut :

إذ أطلق أهل السنة فاالمراد به الاشاعرة والماتريدية

Aabila di sebutkan Ahlussunnah, maka maksudnya ialah orang - orang yang mengikuti rumusan ( paham )Asy'ari dan paham Abu Mansur Al Maturidi" (Ittihaf al-Sadat al-Muttaqin juz 2 hal.6)

Abu Mansur Al Maturidi termasuk pengembang dan penyebar mazhab Asy’ari.
sangat jelas bahwa ulama tedahulu mengakui paham Asy'ari dan paham Abu Mansur Al Maturidi lah Ahlussunnah"
 

Kesimpulan Dan Penutup

Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa merekalah golongan khawarij akhir zaman yang anti takwil walaupun pada akhirnya mereka akan kebingungan sendiri dengan al-quran dan hadis.merekalah kaum mushabbihah,mujassimah,zhahiriyah dan pengikut pemuka agama tersesat Ibn Taimiyah.merekalah golongan takfiri,tabdi’i yang suka mengakfirkan dan membid’ahkan amalan kaum muslimin walaupun sebenarnya merekalah ahli bid’ah.Namun saya tidak akan mengatakan mereka golongan kafir karena saya Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Alhamdulillah dengan rahmat allah swt telah berhasil saya selesaikan artikel  yang sederhana ini.dalam menulis artikel ini saya berusaha sebisa mungkin mendatangkan referensi yang dapat dipercaya, karena biasanya setiap ada orang yang mengungkapkan kebenaran tentang mereka(wahabi) pasti dikatakan sebagai tukang fitnah.hanya inilah tulisan yang tak ada nilainya dibandingkan tulisan-tulisan ulama-ulama kita lainnya di berbagai blog dan website Aawaja.hanaya kepada allah saya berharap semoga tulisan ini dapat bermamfaat dunia dan akhirat.Amin..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.